Fotografer musafir berhasil mengabadikan pelangi api, busur circumzenithal, menakjubkan ini. Begitu langkanya, fotografer butuh penjelasan ahli lain pada fenomena ini.
Penampakan tak biasa ini berhasil diabadikan fotografer Ukraina Anton Jankovoy menggunakan kamera dengan bukaan besar guna 'memanen' sebanyak mungkin cahaya. Fenomena langka ini tercipta akibat pantulan cahaya dari kristal es di awan cirrus.
"Fenomena ini muncul ketika cahaya dari matahari dipantulkan bulan kemudian melewati kristas es di atmosfer," kata juru bicara Met Office.
Fotografer 23 tahun ini mengaku telah pergi ke seluruh dunia untuk berburu foto, mulai dari Gunung Everest hingga area terpencil Ukraina.
"Beberapa tahun terakhir saya telah melihat banyak fenomena cahaya langka yang menarik seperti halo, awan konveks, fatamorgana, dan busur kabut. Namun fenomena ini benar-benar berhasil memesona saya," ujarnya seperti dilaporkan Dailymail.
( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1773679/tertangkap-kamera-pelangi-api-langka-di-awan )
Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 September 2011
Selasa, 13 September 2011
The Secret : Para Genius di Dunia
Kalau anda mengira genius merupakan bawaan yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata, anda salah . mereka hanya berhasil menggunakan kemampuan otaknya lebih dari orang-orang biasa. Sebenarnya semua orang pun bisa mengembangkan kemampuan berpikir seperti otak mereka, hanya dibutuhkan KEMAUAN dan KERJA KERAS. Bill Gates, si pemilik perusahaan Microsoft yang juga merupakan 1 di antara para genius mengatakan bahwa 99% yang menciptakan kegeniusan adalah KERJA KERAS. Genius di sini bukanlah seseorang yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata, tetapi genius di sini adalah Expert atau para ahli di bidangnya
Bagi mereka para genius, hanya ada 3 kunci untuk kegeniusan mereka, kita pun bisa menjadi bagian dari mereka, dengan kunci KEMAUAN dan KERJA KERAS
Rahasia 1.
Si genius bisa mencari cara sendiri untuk menguasai hal-hal yang belum di kuasainya. Para genius menciptakan metode belajar sendiri yang paling cocok dengan diri mereka. Jika tidak menguasai suatu subjek, mereka akan cari tahu cara paling efisien untuk mempelajarinya. Mereka terus mencoba (mereka tidak pernah berhenti mencoba jika belum berhasil) sampai mereka bisa menguasai yang ingin dikuasainya. Kalau gagal dengan satu metode, mereka akan mencoba metode lainnya.
Rahasia 2.
Para genius memiliki motivasi yang "sangat, sangat, sangat besar!" untuk menguasai apa yang menjadi minatnya. Kadangkala mereka rela mengorbankan berbagai hal demi minatnya itu. Inilah kisah Bill Gates si orang terkaya di muka bumi: "Bill Gates orang yang cerdas. Itu sudah pasti. Jika tidak cerdas, dia tidak akan bisa masuk Universitas Harvard, yang merupakan universitas terbaik di dunia. Tapi dia keluar. Alasannya: "Aku ingin berbuat lebih." Rupanya, dia tidak ingin hanya menjadi cerdas. Dia ingin menjadi seorang genius. Dia sadar, terus kuliah akan mengurangi waktunya dalam mendalami software computer yang sangat diminatinya. Dalam pengakuannya, dia pernah tidak tidur selama berhari-hari ketika menyelesaikan software pertamanya.
Rahasia 3.
Mereka yang genius memiliki visi masa depan yang jelas, konkret dan terukur. Apabila ditanya apa yang diinginkannya di masa depan, mereka akan menjawab tuntas hingga ke detailnya. "10 tahun dari sekarang, saya akan menjadi seorang pengusaha mebel kayu jati yang produknya merambah seluruh Eropa. Karyawannya lebih dari 500 orang. Omsetnya lebih dari 50 miliar." Itulah visi seorang pengusaha besar.
So, apa yang Anda pikirkan?
Anda bisa menjadi genius di bidang apapun yang Anda minati, jika Anda berpikir dan memiliki karakter seorang genius. Dan, tiga itulah rahasianya. Hanya tiga. Cara sederhana menjadi genius. Jika 3 rahasia itu sudah Anda pegang dan Anda jadikan sebagai rahasia Anda juga. Maka inilah cara sederhana membangkitkan sosok genius dalam diri Anda:
- Saat Anda ingin mengetahui sesuatu, katakan pada diri Anda sendiri: "Sisi lain dari ini apa, ada apa dibaliknya?"
- Saat satu jawaban datang, terus tanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kembali.
Hal-Hal Yang Bisa Membantumu Mencapai "Inner Genius"Mu
Setelah Anda tahu berbagai hal tentang genius dan tahu cara membangkitkannya, kini saatnya untuk tahu hal-hal apa saja yang bisa membantumu untuk membangkitkan "si genius" dalam dirimu.
Tidurlah cukup
Lho kok malah tidur, bukannya untuk melatih pikiran harusnya terus bangun? Ternyata tidak. Tidur setelah belajar justru meningkatkan kemampuan otak mengingat. Saat terlelap tidur, otak kita justru bekerja keras memilah-milah informasi penting untuk kita, sehingga kemampuan memori kita menguat. Namun itu hanya berlaku bagi tidur yang lebih dari 6 jam. Itu kenapa sistem belajar SKS (sistem kebut semalam) tidak direkomendasikan karena justru hanya melemahkan kemampuan berpikir dan kemampuan memori kita. So, langsunglah tidur sekurang-kurangnya 6 jam usai belajar di malam hari. Dengan begitu, belajarmu akan memberikan hasil lebih maksimal. Untuk menjadi expert, begadang merupakan pantangan.
Latihan fisik
Banyak-banyaklah melakukan aktivitas fisik: jalan-jalan, berolahraga permainan, senam, atau apapun. Melakukan banyak aktivitas fisik terbukti meningkatkan kemampuan berpikir otak.
Makan cukup
Kurang makan akan membuatmu tidak memiliki energi untuk berpikir cerdas, tapi terlampau banyak makan juga akan membuat otakmu menjadi kurang cerdas. Makan secukupnya dan selektif. Hindari terlalu banyak makan-makanan dari lemak hewani. Banyak-banyaklah makan sejenis lemak yang bernama omega 3, yang terkandung dalam ikan, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Banyak-banyaklah juga makan buah dan sayuran. Para expert selalu tidak pernah berkekurangan atau berlebihan dalam soal makan.
Musik
Mendengarkan musik disinyalir bisa meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir, namun tidak secara langsung. Diketahui mendengarkan musik bisa membuat tubuh merasa rileks, perasaan negatif berkurang, dan menurunkan rasa takut. Nah, hal-hal itu otomatis membuat kita bisa lebih fokus dalam berpikir. Namun diketahui tidak semua orang berhasil dengan bantuan musik. Sebagian orang justru tidak bisa berpikir sambil mendengarkan musik. So, cari cara Anda sendiri!
Jangan lupa bermain
Belajar terus menerus secara intensif tanpa istirahat dan tanpa jeda bukanlah perilaku yang bijak. Bermain itu menyenangkan. Selain bisa menghilangkan stress, bermain juga membuat kemampuan otak kita berpikir menjadi lebih cemerlang. So, sempatkan bermain. Asal Anda tahu, seorang Albert Einstein dan Bill Gates saja selalu mencadangkan waktu setiap hari untuk bermain. Sebaliknya, jangan pula hanya bermain-main melulu. Hanya bermain tidak akan menjadikan Anda seorang expert.
Beberapa saran bermain:
1. Bermain secara fisik. Ikutlah dalam permainan fisik yang tidak ada target tertentu (bertanding untuk menang bukanlah bermain) dan yang tidak dibatasi waktu (maksimal beberapa menit untuk meraih poin tertentu bukanlah bermain).
2. Bermain dengan benda, seperti membuat sesuatu dengan tangan dan Anda menikmati aktivitas itu (lakukan saja, tanpa harus ada target harus membuat sesuatu. Just do it).
3. bergabung dengan teman-teman atau orang lain dalam sebuah aktivitas yang terlihat tanpa tujuan, seperti hanya ngobrol dan tertawa bersama.
Meditasi
Meditasi rutin sangat membantu kerja otak. Cara yang paling sederhana adalah latihan nafas sederhan. Pertama, buat posisi tubuh dalam keadaan senyaman mungkin. Lalu tarik nafas lewat lubang hidung dan hirup dalam-dalam, lalu lepaskan perlahan-lahan dari lubang mulut. Lakukan itu berulang-ulang, sampai badan terasa segar. Ingin bantuan cara sederhana berelaksasi?
Percaya kalau Anda bisa
"Meskipun berusaha sangat keras tapi Anda gagal juga. Lantas Anda berkesimpulan kalau Anda memang tidak cukup mampu." Nah, meskipun Anda berpikir demikian, para ahli psikologi menyatakan sebaliknya. Kegagalan semacam itu seringkali bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena kepercayaan terhadap diri sendiri yang kurang. Kebanyakan dari kita sudah terjebak dalam stereotip bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berhasil. Alhasil, otak kita pun bereaksi menyesuaikan diri dengan kepercayaan itu. Jadinya, kita pun tidak mencapai performa terbaik kita karena pada dasarnya kita memang tidak terlalu percaya akan berhasil. So, percaya 100% Anda bisa, maka otak Anda akan membantu Anda.
Bermain video-game
Hm… rupanya bermain video game dalam waktu yang proporsional, akan meningkatkan kemampuan otak kita berpikir. So, bermainlah video-game, terutama game-game strategi yang membutuhkan kemampuan Anda untuk dengan cepat mengambil keputusan. Tetapi terlalu banyak bermain video-game juga akan membuat kemampuan Anda berpikir menurun. Usahakan tidak lebih dari 1 jam per hari untuk bermain.
ternyata tidak susah untuk menigkatkan kemampuan berpikir otak kita. mudah-mudahan resep di atas mampu merubah kemampuan berpikir teman-teman semua. semoga bermanfaat
sumber : http://terselubung.blogspot.com
sumber : http://terselubung.blogspot.com
Kamis, 08 April 2010
Hidroponycs
Istilah hydroponics (diindonesiakan menjadi hidroponik) dilontarkan oleh W.A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke dari universitas yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam. Semula, Gericke memakai istilah aquaculture ketika ia melaporkan hasil percobaanya. Tetapi karena istilah ini sudah lebih dulu dipakai bagi kegiatan lain (yaitu menumbuhkan tanaman dan binatang air), maka ia mempermasalahkan perlunya istilah baru bagi ‘cara bercocok tanam baru” itu. Dan W.A. Setchell mengusulkan hydroponics (dari kata Yunani hydro (air) dan ponos (kerja)), karena yang dimaksud memang ‘pengerjaan air’ atau hydroculture, sebagai lawan dari geoponics (istilah Yunani bagi agriculture) yang sudah lebih dulu kita kenal sebagai ‘pengerjaan tanah’ atau ‘bercocok tanam’.
Istilah yang mampu menunjukkan perbedaan yang mendasar inilah yang kemudian dipakai oleh W.F. Gericke sebagai judul laporan ilmiahnya: Hydroponics. Corp Production in Liquid Culture Media.
Istilah yang mampu menunjukkan perbedaan yang mendasar inilah yang kemudian dipakai oleh W.F. Gericke sebagai judul laporan ilmiahnya: Hydroponics. Corp Production in Liquid Culture Media.
Minggu, 30 Agustus 2009
Big Bang ITB : Imagine Cup 2009
BANDUNG, itb.ac.id - ITB melalui Tim Big Bang kembali mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan membawa pulang salah satu trofi bergensi, Mobile Device Award, pada ajang Internasional, Imagine Cup 2009. Diadakan di Kairo, Mesir, empat pemuda dari teknik Informatika ITB -David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Samuel Simon- beserta seorang mentor dari jurusan yang sama -Ella Madanella- berhasil mendapat penghargaan tersebut setelah menyisihkan 300.000 tim terdaftar dari 142 negara.
Tim Big Bang berhasil memukau para juri dengan project yang berjudul MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance). Aplikasi ini menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosid dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.
"Malaria termasuk penyakit simpel jika diagnosis dan treatment penanganannya tidak lebih dari 48 jam. Namun, nyatanya masih banyak orang yang terhambat oleh masalah simpel, akses ke pekerja medis," ujar David Samuel untuk Kantor Berita ITB.
Pada daerah terpencil tersebut para petugas kesehatan dapat mengunjungi para pasien yang diduga terjangkit malaria dan melakukan beberapa pemeriksaan kepada pasien tersebut. Dalam aktifitasnya, petugas kesehatan tersebut dibekali oleh beberapa teknologi yang dapat membantu untuk melakukan anamnesa terhadap penyakit tersebut. tim Big Bang menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline yang dapat membantu petugas kesehatan mendiagnosa Malaria.
Setelah seluruh data yang berhubungan dengan anamnesa tersebut didapat, petugas kesehatan dapat memeriksa lebih jauh kondisi pasien dengan menggunakan alat yang bernama PDAscope. PDAscope terdiri dari PDA dengan ditambah sebuah mikroskop modifikasi. PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Sampel tersebut kemudian akan dianalisis dengan neural network algorithm. Dengan algoritma tersebut, pasien dapat lebih cepat diketahui terjangkit malaria atau tidak melalui sampel darah tersebut.
Atas solusi tersebut tim Big Bang memenangkan Mobile Device Award, bersama-sama dengan negara Brazil dan Croatia, sebagai tim yang solusinya mencakup implementasi teknologi dalam area Mobile Device. Kemenangan ini tentu memberi angin segar kepada rombongan 4 tim dari seantero Indonesia yang bertarung di Mesir.
Tim Big Bang berhasil memukau para juri dengan project yang berjudul MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance). Aplikasi ini menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosid dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.
"Malaria termasuk penyakit simpel jika diagnosis dan treatment penanganannya tidak lebih dari 48 jam. Namun, nyatanya masih banyak orang yang terhambat oleh masalah simpel, akses ke pekerja medis," ujar David Samuel untuk Kantor Berita ITB.
Pada daerah terpencil tersebut para petugas kesehatan dapat mengunjungi para pasien yang diduga terjangkit malaria dan melakukan beberapa pemeriksaan kepada pasien tersebut. Dalam aktifitasnya, petugas kesehatan tersebut dibekali oleh beberapa teknologi yang dapat membantu untuk melakukan anamnesa terhadap penyakit tersebut. tim Big Bang menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline yang dapat membantu petugas kesehatan mendiagnosa Malaria.
Setelah seluruh data yang berhubungan dengan anamnesa tersebut didapat, petugas kesehatan dapat memeriksa lebih jauh kondisi pasien dengan menggunakan alat yang bernama PDAscope. PDAscope terdiri dari PDA dengan ditambah sebuah mikroskop modifikasi. PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Sampel tersebut kemudian akan dianalisis dengan neural network algorithm. Dengan algoritma tersebut, pasien dapat lebih cepat diketahui terjangkit malaria atau tidak melalui sampel darah tersebut.
Atas solusi tersebut tim Big Bang memenangkan Mobile Device Award, bersama-sama dengan negara Brazil dan Croatia, sebagai tim yang solusinya mencakup implementasi teknologi dalam area Mobile Device. Kemenangan ini tentu memberi angin segar kepada rombongan 4 tim dari seantero Indonesia yang bertarung di Mesir.
Langganan:
Postingan (Atom)
